Tunrung pakanjara menandai dibukanya Kongres Kebudayaan Sulsel di Gedung Mulo, Kota Makassar, Sabtu (14/6/2023).

“Kongres Kebudayaan Sulsel 2023 ini dimaksudkan sebagai tahapan memantapkan kerangka menuju Indonesia emas 2045, sebab akan tersusun RPJPN (PPHN), 2025-2045 yang tentunya akan menjadi dasar kepala daerah (gubernur dan bupati), hasil Pilkada serentak November 2024, dalam menyusun RPJPD, 2025-2045,” jelasnya.

Ajiep berharap, kongres kebudayaan ini,  menghasilkan keputusan tentang perlunya gerakan bersama pemajuan kebudayaan dan Perda pemajuan kebudayaan di Sulsel. 

Kadis Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel yang mewakili Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan permohonan maaf gubernur yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji. 

H Asriady Sulaiman berterima kasih kepada Ajiep Padindang yang menggagas seminar kebudayaan ini. 

Laporan Panitia 

Ketua Panitia Andi Abubakar Hamid melaporkan, kongres ini merupakan hasil kerja sama antara LAPAKKSS, Yayasan Sulapa Appa dan Balai Senator.

Ia menjelaskan, seminar ini terselenggara melalui proses dari dialog-dialog kebudayaan yang kemudian mengerucut menjadi Kongres Kebudayaan Sulsel 2023. 

Kegiatan ini didukung oleh tiga universitas di Makassar yakni UNM, UIN, dan Unhas.

Setelah seremoni pembukaan, dilanjutkan dengan seminar dan dialog kebudayaan yang menghadirkan tiga akademisi. (*)



Baca juga