“Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok masyarakat, kita harapkan kritis dalam melihat tayangan-tayang di lembaga penyiaran ini," katanya. "Konten yang harus dipantau adalah konten yang tidak sesuai dengan nilai karakter kita, kemudian ajaran agama," ungkapnya. Diskusi ini pun ditanggapi dengan antusias para mahasiswa, dimana sempat terjadi diskusi yang aktif mengenai opini untuk menjadikan media baru untuk menjadi tanggug jawab dari KPI. Banyak pendapat yang pro namun tidak sedikit pula yang kontra. Amin juga menyampaikan bahwa salah satu upaya yang dilakukan oleh KPI adalah dengan program Analog Switch Of yakni perubahan dari media analog menjadi digital untuk beradaptasi dengan perkembangan digital.Dikatakan terdapat tiga konten yang masih dianggap bermasalah oleh KPI adalah Infotaiment, Sinentron dan Talkshow.
Baca: Lowongan Kerja Adaro Minerals, Terima Lulusan SMA, D3, S1 dan S2 Banyak JurusanDimana konten-konten tersebut diproduksi dengan hanya mementingkan rating, namun mengesampingkan kualitas isi siaran.
Diskusi ini ditutup dengan closing statement dari Komisioner KPI Pusat yang mengatakan bahwa hendaknya setiap orang mengambil peran dalam melihat dan memilah isi siaran untuk menjadikan lembaga penyiaran yang sehat dan bermartabat.
(farah-rayfadil/yahya)