Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meresmikan tiga gedung baru Unismuh Makassar ketika menghadiri Syawalan 1444 H Keluarga Besar Muhammadiyah Sulsel..

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Kegiatan Syawalan 1444 H Keluarga Besar Muhammadiyah Sulsel sukses digelar di Unismuh Makassar. 

Acara dihelat di Balai Sidang Muktamar 47, Kampus Unismuh Makassar, Jumat, 28 April 2023.

Sejumlah tokoh hadir dalam Silaturahmi Idul Fitri kali ini, antara lain Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua PP Muhammadiyah Prof Irwan Akib, Ketua Komisi VIII DPR RI Dr Ashabul Kahfi, dan Bupati Wajo Dr Amran Mahmud.

Jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, Pimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se Sulsel, Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ribuan simpatisan organisasi ini.

Ketua Panitia Syawalan Muhammadiyah Sulsel Prof Andi Sukri Syamsuri yang juga Wakil Rektor II Unismuh mengatakan, Syawalan Muhammadiyah Sulsel dirangkaikan dengan peresmian tiga gedung milik persyarikatan.

Ketiga gedung tersebut, sebut Andi Sukri Syamsuri, yakni Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel di Jl Perintis Kemerdekaan, Masjid Pusdam, serta Pusat Observatorium Unismuh Makassar di lantai 18 Gedung Iqra Unismuh.

Selain itu, ia juga menyebutkan selain peresmian, adapula Penandatanganan  Memorandum of Understanding (MoU) antara Unismuh Makassar dengan Universitas Islam Negeri Ambon terkait dengan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan Syawalan ini juga diisi dengan Hikmah Syawalan yang diisi oleh Ketua Majelis Tarjih PWM Sulsel 2015-2022 KH Jalaluddin Sanusi.

Dalam nasihatnya, KH Jalaluddin Sanusi mengambil salah satu ayat yang terkandung dalam Surah Al-Mulk ayat 2, yang artinya Allah ciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang terbaik amalnya.

Dalam surah ini menerangkan bahwa yang lebih baik amalnya adalah yang ikhlas dan paling benar amalannya.

"Amalan tidak akan diterima sampai seseorang itu ikhlas dan benar dalam beramal," ujar KH Jalaluddin Sanusi menerangkan ayat tersebut.

Dikatakan, ikhlas yang dimaksud dalam penjelasan ayat tersebut adalah amalan yang dikerjakan hanya karena Allah, dan yang dimaksud benar dalam beramal adalah selalu mengikuti petunjuk Nabi Muhammad SAW.

"Jika salah satu dari syarat tidak terpenuhi maka amalan yang kita perbuat akan tertolak," tutup KH Jalal. (*)


Baca juga