Pimpinan universitas bersama dosen dan karyawan Unismuh Makassar melaksanakan salat gerhana matahari hybrid di Gedung Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh, Kamis 20 April 2023.
Oleh karena itu, Unismuh Makassar sebagai salah satu amal usaha persyarikatan melaksanakan salat gerhana matahari dan melakukan pemantauan proses gerhana matahari melalui observatorium Unismuh Makassar yang berada di lantai 18 Gedung Iqra Kampus Unismuh.Setelah dipastikan gerhana matahari terjadi pada pukul 10.41, maka dimulailah pelaksanaan salat gerhana matahari sebagaimana hadits nabi SAW.Oleh karena waktu dhuhur masuk pada pukul 13.01 wita, maka salat gerhana matahari berhenti, sebagaimana hadits nabi SAW dilarang salat pada saat matahari berada di posisi tengah. Artinya, salat gerhana matahari selesai sebelum masuk waktu dhuhur.Wakil Rektor I, Rakhim Nanda atas nama pimpinan universitas menyampaikan terimakasih kepada seluruh civitas akademika yang telah ikut bersama-sama melaksanakan salat gerhana matahari.Terkait dengan Observatorium Unismuh Makassar, Wakil Rektor II, Prof Andi Sukri Syamsuri, mengatakan Alhamdulillah civitas akademika telah melaksanakan salat gerhana matahari di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh.Dikatakan, Unismuh Makassar memiliki Observatorium di Menara Iqra Kampus Unismuh lantai 18. Ini sangat menunjang kita untuk memantau dan mengikuti perkembangan Gerhana Matahari sekalipun di Sulsel hanya terjadi sekitar 75 persen ini bisa dipantau dari observatorium yang telah dimiliki Unismuh Makassar.Peta yang dilihat kemarin bahwa Unismuh Makassar adalah satu-satunya Perguruan Tinggi di Sulsel yang melakukan pemantauan gerhana matahari dan ini ada di Observatorium Unismuh.Sekadar diketahui, sebut Prof Andi Sukri Syamsuri, bahwa Observatorium ini diperadakan selain dananya dari universitas juga bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulsel."Observatorium ini diambil atau dibeli dari luar negeri yakni dua DOM beserta alat-alatnya. Alat ini iperadakan dari Polandia dan kurang lebih dua bulan alat ini baru sampai," ujar Prof Andis panggilan akrab Prof Andi Sukri Syamsuri.Alat ini sangat membantu dan berarti sekali dalam kaitan dengan pelaksanaan salat gerhana matahari di Balai Sidang Muktamar Unismuh."Kita bisa melihat langsung proses alam ini dengan menggunakan alat dari observatorium yang ada di Unismuh," ujar Prof AndisDia juga mengatakan Observatorium ini akan dibuka untuk umum melihat benda-benda langit dan bisa menjadi laboratorium bagi program studi ilmu falaq dan juga yang terkait dengan ilmu geografi bagi anak-anak SMA yang ada di Sulsel. (*)
Baca juga