Dr Mariyani, dosen LB Unismuh Makassar.
LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Salah seorang dosen luar biasa (LB) Unismuh Makassar, Mariyani berhasil menyelesaikan studinya pada program doktoral (S3) Ilmu Pendidikan pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), baru-baru ini.
Mariyani mendapatkan gelar akademik tertingginya yakni doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pengembangan Model Inovasi Ruang Kelas untuk Meningkatkan Kenyamanan Belajar Mahasiswa." Selama dalam penyusunan disertasi, istri Sekretaris LP3AIK Unismuh, Dr Ir Nurdin Mapppa, MM ini banyak mendapatkan bimbingan dan masukan terutama dari pembimbingnya, yakni Prof Dr Patta Bundu, MEd yang bertindak sebagai Promotor dan Prof Dr Ir A. Muhammad Idkhan, MT, IPM sebagai Ko-Promotor.Adapun dosen yang ikut menguji dalam promosi Doktor Mariyani diantaranya, Prof Dr H Hamsu Abdul Gani M.Pd (Direktur Pascasarjana UNM), Dr H Ansar, M.Si, Prof Dr HM Arifin Ahmad, M.A, Dr Sulaiman Usman (Penguji Internal) dan Prof Dr Syahruddin Usman sebagai penguji eksternal.Mariyani melakukan penelitian dengan memfokuskan pada mahasiswa Unismuh Makassar, dengan tujuan untuk meningkatkan kenyamanan mahasiswa belajar dengan model inovasi kelas.Model inovasi kelas yang digagas Mariyani meliputi pengelolaan sarana belajar dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada kelas yang berkolaborasi dengan alam serta taman yang indah.Inovasi kelas yang disebutkan Mariyani yakni menggagas rancangan pengelolaan sarana belajar dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada kelas yang berkolaborasi dengan taman yang indah.Penerapan pengembangan model inovasi ruang kelas adalah untuk meningkatkan kenyamanan belajar. Buku model berisikan gagasan, model/desain inovasi kelas dalam melakukan pengelolaan sarana.Dari hasil penelitian, juga telah menunjukkan bahwa pencahayaan, temperatur, aroma bau-bauan, dan desain belajar memengaruhi kenyamanan belajar. Mariyani menegaskan bahwa pengembangan model inovasi ruang kelas untuk meningkatkan kenyamanan belajar merupakan suatu kebutuhan.Dari hasil penelitian ini, wanita kelahiran Sidrap 22 Juni 1975 ini, menyimpulkan, bahwa pengembangan model inovasi ruang kelas untuk meningkatkan kenyamanan belajar merupakan suatu kebutuhan.Kemudian pengembangan model inovasi ruang kelas yang digagas, telah menghasilkan produk rancangan desain model inovasi ruang kelas, yakni yang berkolaborasi dengan alam dengan udara yang bebas serta berkolaborasi dengan taman-taman indah serta pengembangan model ini dinyatakan valid. (*)
Baca juga