LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Tokoh Literasi yang juga pembelajar parenting, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), mengimbau para dokter yang setiap hari bertugas memeriksa pasien, bukan hanya memberi resep obat kepada pasien untuk menyembuhkan penyakit yang diderita, melainkan juga perlu memberi resep agar setiap pasien membacakan buku kepada anak-anaknya.
BAK menyampaikan hal tersebut, bertepatan dengan Hari Buku Anak Internasional, pada Minggu 2 April 2023.Menurut penggagas perpustakaan Lorong Kota Makassar dan Ketua Forum Nasional Penerima Penghargaan Tertinggi NJDP Perpustakaan Nasional ini, setiap membacakan buku kepada anak secara teratur adalah sarana yang sangat efektif untuk membangun ikatan dan komunikasi dengan anak. Selain itu, kata Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini, dengan membacakan buku rutin kepada anak akan terjadi tiga hal yang sangat penting secara simultan dan tulus, yakni hubungan yang menyenangkan terjadi antara buku dan anak, orang tua dan anak sama-sama belajar sesuatu dari buku yang dibaca para orang tua di rumah.“Selain itu, orang tua yang membacakan buku pada anak-anaknya akan mengeluarkan berbagai bunyi dan suku kata yang merupakan kata-kata ke dalam telinga anak," kata BAK, Minggu 2 April 2023 di Kota Makassar."Ketiga hal ini berpadu memberikan pengalaman yang sangat signifikan bagi proses memberikan pengalaman terutama dalam berbahasa,” tambahnya.Bachtiar Adnan Kusuma juga meminta agar setiap rumah menyediakan ruang baca dan buku-buku. “Menyebarkan virus budaya membaca dari rumah, kuncinya adalah teladan, figur dan contoh ibu dan bapak yang suka membaca buku. Kita butuh figur orang tua yang hobi baca buku agar berdiri rumah tangga yang kukuh dalam menggelorakan budaya baca di setiap rumah tangga,” kata Ketua LPM Terbaik 1 Kota Makassar ini.Selain perlunya gerakan membaca buku minimal 25 menit setiap hari di rumah tangga, pada jam-jam tertentu sebaiknya ada waktu ataupun hari khusus hanya membaca buku dan menulis di seluruh sekolah yang ada.“Gerakan membaca dan menulis 25 menit setiap sekolah haruslah bermula dari contoh dan teladan yang baik dari setiap guru dan para kepala sekolah," jelasnya."Gerakan membaca dan menulis harus tumbuh sebagai gerakan moral, gerakan budaya dan gerakan hati nurani yang tidak bisa berhenti dalam satu detik pun,” tegas BAK. (*)