Dua tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari, bertabur prestasi dan data-data kemajuan tertinggi lima tahun terakhir ini.

LITERASI-ONLINE.COM, MAROS- Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maros, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari, memanjatkan rasa syukur yang mendalam karena laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros di masa dua tahun pemerintahannya, mengalami peningkatan yang sangat pesat. 

Data-data menunjukkan kalau Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maros, pada 2022, menyebutkan kalau laju pertumbuhan ekonomi Maros meningkat hingga di angka 9,13%. 

Kepala BPS Kabupaten Maros, Guruh Wahyu Martopo, S.Si, M.Si., menjelaskan kalau data ini baru dirilis dua hari pas dua tahun kepemimpinan Chaidir dan Tina Bohari pada 26 Februari 2023, tepatnya pada 28 Februari 2023 hari ini, dan memperlihatkan laju pertumbuhan ekonomi Maros ini sangat tinggi. 

Yakni peringkat kedua di Sulsel, setelah Kabupaten Bantaeng, bahkan melebihi rata-rata pertumbuhan secara nasional.

Guruh Wahyu Martopo menjelaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi Maros pada 2022 meningkat, karena lapangan usaha transportasi dan pergudangan meningkat cukup tajam 33,42 %. 

“Saya bersyukur karena data-data yang dikemukakan BPS Maros ini, menjadi kabar yang menggembirakan, pas dua tahun kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Maros, yaitu tepat pada 26 Februari 2022 setelah resmi dilantik Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr pada 26 Februari 2021,” papar Chaidir Syam, Selasa 28 Februari 2023. 

Kalau merinci laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Maros pada 2019 mencapai titik terendah dalam kurun lima tahun terakhir, yakni hanya 1,24%. 

Di awal pemerintahan Bupati Maros dan Wakil Bupati Maros, menunjukkan pertumbuhan ekonomi Maros masih sangat terpuruk ke angka -10,37. Namun di tahun 2021 menanjak ke angka positif 1,36.

"Kami berucap syukur alhamdulillah karena di tahun 2022, kenaikan pertumbuhan ekonomi Maros sangat jauh meningkat di angka 9,13. Dan ini angka tertinggi sejak lima tahun terakhir," kata bupati.

"Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang terus mendorong dan bangkit dalam pergerakan perekonomian kita di Kabupaten Maros,” jelas Chaidir Syam. 

Selain Chaidir dan Tina melanjutkan tongkat estafet pemerintahan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Maros di tahun 2020 terpuruk di angka -10,87 jauh dibawah capaian ekonomi nasional -2,07 dan capaian Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di angka 0,70 di tahun yang sama. 

Dan di tahun berikutnya pada 2021, trend positif laju perekonomian Maros berhasil merangkak keluar dengan berada dałam neraca positif diangka 1,36. 


Baca juga