Dua tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari, bertabur prestasi dan data-data kemajuan tertinggi lima tahun terakhir ini.
Dan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maros, Tahun 2022 ini, trend positif pertumbuhan ekonomi Maros berhasil meningkat pesat menjadi 9,13 mengungguli capaian ekonomi nasional di angka 5,31 dan capaian ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan 5,09.Dengan pesatnya laju pertumbuhan ekonomi, hal ini mengantarkan Kabupaten Maros berada di posisi kedua teratas setelah Bantaeng di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal ini didukung oleh tiga lapangan usaha terbesar di Maros, yakni Transportasi dan Pergudangan (35,56%), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (16,50%) dan Industri Pengolahan (15,57%). Trend positif ini juga menjadi catatan tertinggi sejak lima tahun tahun terakhir ini. Nah, setelah terpuruk di angka -10, 37 akhirnya pertumbuhan ekonomi Maros bangkit 9,13, tertinggi sejak lima tahun terakhir. Misalnya saja, pada 2021 lalu masuk 10 besar kabupaten tertinggi, sekarang masuk urutan kedua tertinggi. “Kami kembali menegaskan pada 2020 di awal pemerintahan kami sebagai Bupati, pertumbuhan ekonomi Maros sangat terpuruk ke angka -10,37, kemudian di tahun 2021 menanjak ke angka positif 1,36," ucap Chaidir Syam. Dan alhamdulillah di tahun 2022, kenaikan pertumbuhan ekonomi Maros sangat jauh meningkat di angka 9,13 dan ini angka tertinggi sejak lima tahun terkahir,” tegasnya. (*)
Baca juga