LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Sebagai upaya membangun karakter peduli lingkungan dan jiwa entrepreneur generasi muda, maka dosen Unismuh Makassar mengadakan sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah di Pesantren Puteri Ummul Mukminin Makassar.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa Unismuh Makassar ini melakukan sosialisasi dan pelatihan dengan materi daur ulang sampah anorganik dan organik menjadi barang bernilai ekonomi. Kegiatan PkM ini diselenggarakan di aula Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (11/2/2023).Tim pelaksana PkM Unismuh Makassar Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si (Dosen Prodi Magster Ilmu Administrasi Publik) sebagai ketua dan Sulfasyah, M. A., Ph.D (Dosen Prodi Magister Pendidikan Dasar) sebagai anggota. Kegiatan ini juga melibatkan 4 mahasiswa Prodi Magister Ilmu Administrasi Publik, yaitu Andi Jusdiana, Andi Iqra Syamsul Bahri, Sri Rahayu dan Zainuddin. Kegiatan ini didanai Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan skema PkM Hibah RisetMu Batch VI. Dr. Fatmawati sebagai narasumber memberi penjelasan, tujuan kegiatan ini adalah melatih generasi muda, khususnya santri dalam mengelola sampah.Baik sampah organik maupun sampah anorganik, di mana kedua jenis sampah ini banyak diproduksi di lingkungan pesantren. Materi pelatihan meliputi pengolahan sampah anorganik seperti sampah gelas air mineral dijadikan tas serba guna dan pelatihan pengelolaan sampah organik yang berupa sisa makanan dari dapur kantin asrama menjadi pupuk kompos.Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, Dosen dan Mahasiswa Program Pascasarjana Unismuh Makassar mengajak generasi muda santriwati Pesantren Puteri Ummul Mukminin Makassar untuk lebih peduli lingkungan dengan melakukan daur ulang sampah.
Baca: Untuk Calon Mahasiswa Kurang Mampu, Pendaftaran KIP Kuliah 2023 Segera Dibuka, Ini Info Lengkapnya“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengajak generasi muda peduli terhadap lingkungan dan mengubah cara pandang mereka terhadap sampah, yaitu sampah jika dikelola dengan baik dapat menjadi sebuah sumber daya," katanya.
"Peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, baik di lingkungan pesantren maupun di lingkungan luar, di manapun mereka berada nantinya," kata Fatmawati.