Menurutnya, pelatihan semacam ini, selain memberikan penyadaran terhadap generasi muda berkaitan dengan tata kelola sampah yang tepat, juga menjadi salah satu pendekatan dalam membangun jiwa entrepreneur generasi muda.
Peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Alifah, salah seorang santriwati, mengaku senang dapat belajar bagaimana mengubah sampah menjadi barang lain yang lebih bermanfaat. "Biasanya sampah plastik seperti ini langsung dibuang begitu saja, namun ternyata jika diolah masih bisa menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai jual. Malah kita bisa berkontribusi menjaga lingkungan dari kerusakan," ujarnya. Wakil Direktur V Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin, Dra. Masriwaty Malik, M. Th.I menyambut baik kegiatan ini. "Semoga pelatihan seperti ini bisa berkelanjutan, agar kami dapat belajar lebih banyak lagi, sehingga nantinya akan menjadi lebih kreatif dan pengelolaan sampah yang ada di pondok pesantren menjadi lebih baik," katanya.Mengingat jumlah santriwati di pesantren ini sekitar 1.400 orang, tentu berkorelasi dengan produksi sampah yang cukup tinggi, sehingga sangat potensil jika dikelola dengan tepat.Salah satu saran yang diutarakan oleh Tim PkM adalah pengelolaan sampah di pesantren ini sebaiknya dilakukan secara terorganisir dengan membentuk Bank Sampah. Keberadaan bank sampah di pesantren ini dapat meningkatkan motivasi santri dalam mengelola sampah secara tepat dan menumbuhkan kepedulian pada lingkungan. Selain itu, bank sampah dapat mendorong munculnya jiwa entrepneur di kalangan santri. Kegiatan ini juga dihadiri Pengurus Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PWA Sulsel.
Baca: Beasiswa Penuh Kuliah D3, S1, S2 di Brunei, Tunjangan Bulanan Rp 5,8 Juta, Ini Infonya!Mereka berharap kegiatan ini berkelanjutan dan Tim Pengabdi dari Unismuh Makassar bisa bersinergi dengan LLHPB PWA Sulsel untuk merancang program seperti ini ke depannya.
Acara sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah diakhiri dengan penyerahan kantong pilah sampah dari Tim PkM Unismuh Makassar kepada Pimpinan Pesantren Puteri Ummul Mukminin. (*)