Maurice Hastings dinyatakan bebas setelah 38 tahun dipenjara karena dakwaan kasus pembunuhan.

Namun, sejak ditangkap polisi hingga dijatuhi hukuman, Maurice Hastings tetap bersikukuh tidak bersalah. Dia menegaskan, bukan pelaku pembunuhan.  

Dari dalam penjara, Maurice Hastings terus berjuang mencari keadilan. Tahun 2020, ia meminta tes DNA, tetapi  kantor kejaksaan menolak.

Tahun lalu, ia mengajukan klaim tidak bersalah ke Unit Integritas Keyakinan DA.

Kabar baik akhirnya datang pada Juni 2022 lalu. Berdasarkan hasil tes DNA ulang pada tubuh korban, hasilnya negatif. 

Profil DNA di tubuh korban itu lalu dimasukkan ke dalam database negara AS pada Oktober 2022. Ternyata cocok dengan DNA seorang pria yang dihukum karena penculikan menggunakan senjata api. 

Pada kasus pria dimaksud, korbannya juga seorang wanita. Jasad korban juga dimasukkan ke bagasi mobil. Persis seperti kasus yang dituduhkan ke Maurice Hastings. 

Namun, informasi terakhir menyebutkan, pria yang sebenarnya merupakan pelaku pembunuhan Roberta Wydermyer sudah meninggal di penjara tahun 2020 lalu. (*)



TAG: # Los Angeles # Maurice Hastings