Maurice Hastings dinyatakan bebas setelah 38 tahun dipenjara karena dakwaan kasus pembunuhan.
LITERASI-ONLINE.COM, LOS ANGELES - Luar biasa perjuangan Maurice Hastings (69) untuk mencari keadilan dan membuktikan dirinya tidak bersalah.
Setelah 38 tahun mendekam di penjara karena kasus kekerasan seksual dan pembunuhan pada 1983 serta dua percobaan pembunuhan lainnya, dia akhirnya bisa menghirup udara bebas. Kasus yang semula menjerat Maurice Hastings kembali dibuka di pengadilan setelah bukti DNA lama yang tidak teruji, ternyata merujuk ke tersangka lain.Hal ini berdasarkan permintaan jaksa wilayah Los Angeles, Amerika Serikat dan pengacara Maurice Hastings dari Los Angeles Innocence Project.Pada sidang 20 Oktober 2022, Maurice Hastings yang awalnya dihukum seumur, akhirnya dinyatakan bebas. “Saya berdoa selama bertahun-tahun agar hari ini akan datang,” ungkap Maurice Hastings pada konferensi pers seperti diberitakan Guardian pada Sabtu (29/10/2022).“Saya tidak menunjuk jari. Saya tidak berdiri di sini sebagai orang yang penuh dendam, tetapi saya hanya ingin menikmati hidup saya sekarang selagi saya memilikinya," tambahnya.Sedangkan jaksa wilayah, George Gascon, mengemukakan, apa yang menimpa Maurice Hastings adalah ketidakadilan yang mengerikan. Dalam kasus yang membuat Maurice Hastings masuk penjara, korbannya adalah Roberta Wydermyer. Korban tewas dengan bekas tembakan di kepala. Mayat korban ditemukan di bagasi mobilnya di daerah Inglewood, pinggiran Los Angeles, Amerika Serikat. Maurice Hastings yang kemudian ditangkap dan dinyatakan sebagai tersangka didakwa kasus kekerasan seksual dan pembunuhan.Kantor kejaksaan menuntut hukuman mati tetapi juri tidak sepakat. Pria ini kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 1988 tanpa pembebasan bersyarat.
TAG:
# Los Angeles # Maurice Hastings