Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (dua dari kiri) ditemani Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel Kemal Redindo Syahrul, dan Direktur Jenderal Perkebunan Kementruan Pertanian Andi Nur Alam Syah (kanan) meninjau Gerakan Pangan Murah, Kamis 20 Oktober 2022.

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Perubahan iklim yang terwujud melalui cuaca ekstrem dapat mengganggu pasokan pangan dunia. 

Ini karena tidak semua tanaman pangan dapat langsung beradaptasi dengan perubahan cuaca itu. 

Jika ini tidak diantisipasi secepatnya, bukan tidak mungkin, warga dunia akan mengalami krisis pangan berkepanjangan. 

Direktur Jenderal Perkebunan Kementrian Pertanian Andi Nur Alam Syah menegaskan hal itu saat mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang membuka Gerakan Pangan Murah dalam rangka Hari Jadi ke-353 Sulawesi Selatan di Gedung Kartini, Makassar, Kamis (20/10/2022). 

"Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan untuk terus menggenjot program diversifikasi pangan lokal agar pemanfaatan komoditas spesifik daerah dapat ditingkatkan di tengah ketidakstabilan pasokan pangan dunia akibat perubahan iklim dan kondisi geopolitik yang mempengaruhi harga sejumlah pangan pokok masyarakat semakin tinggi," ujarnya. 

Dari 11 provinsi di Indonesia yang merupakan pusat produksi sagu nasional, Provinsi Riau, Papua, Maluku dan Sulsel yang merupakan provinsi-provinsi dengan produksi sagu terbesar yang mencapai 341 ribu ton/ tahun. 

"Data kami, 5,5 juta hektar potensi areal sagu nasional dan 94 persen lahan tersebut berada di provinsi Papua dan Papua Barat atau sekitar 5,2 juta hektar, sedangkan areal yang termanfaatkan/ areal budidaya baru sekitar 3,5% atau sekitar 200,85 ribu hektar," katanya.

"Provinsi Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi sentra sagu nasional dengan areal sebesar 3.700 hektar dan produksi mencapai 3.182 ton per tahun. Kabupaten Luwu dan Luwu Utara merupakan sentra produksi sagu di Sulawesi Selatan. Kami menggandeng Unhas untuk mengembangkan pengolahan sagu di Sulawesi Selatan sehingga menjadi sentra nasional ke depannya," ujarnya.

Seusai membuka Gerakan Pangan Murah, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman juga memanfaatkan Gerakan Pangan Murah untuk meneruskan bantuan Kementrian Pertanian kepada sejumlah kelompok tani. 

Baca: Lowongan Kerja Kalla Group, Terima Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Informasinya

Bantuan tersebut berupa tiga alat pengolah sagu senilai Rp 100 juta kepada Kelompok Tani (Poktan) Serumpung Sagu dari Kabupaten Luwu Utara, Poktan Pasir Putih dari Luwu Utara, UD Tiga Rasa dari Luwu, dan Kelompok Wanita Tani P. Bulaweng dari Luwu. 


Baca juga