Fahmi Hidayat diwisuda sebagai sarjana (S1) ilmu pendidikan Universitas Terbuka (UT) di Jakarta.

"Masing-masing kelompok diberikan satu materi bahan diskusi setiap mata kuliah diajarkan teknik pembelajaran untuk kelas rangkap bagi sekolah yang kekurangan guru," ungkapnya. 

"Sukanya kuliah di UT karena pada saat pandemik, mahasiswa dari berbagai daerah dipertemukan dan berinteraksi secara virtual sertamendapatkan tutor luar biasa hebat," tambahnya.

Dukanya kuliah di wilayah pegunungan, terkendala  jaringan internet. Karena itu, Fahmi kadang-kadang harus menempuh beberapa kilometer untuk mendapatkan sinyal internet yang bagus. 

Pada proses pembelajaran selama kuliah, Fahmi rajin membaca modul, mencari referensi di internet secara mandiri sesuai mata kuliah masing-masing. 

Selaku alumni UT, dia menyarankan ke pihak pengelola di almamaternya agar bisa datang sosialisasi di daerah untuk promosi kepada masyarakat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Di wilayah tempat tinggalnya, masih terlalu banyak warga yang belum mengetahui kalau ada UT yang dapat memberi kesempatan jadi mahasiswa tanpa ada batasan umur. Di daerahnya, banyak alumni SMA tidak lanjut kuliah karena alasan biaya. 

Fahmi Hidayat lahir di Ujung Pandang, 6 November 1997. Tamat SDN 30 Sumpang Bita Pangkep, SMPN 1 Balocci Pangkep, dan tamat SMAS Semen Tonasa. 

Saat ini bekerja sebagai guru di SDN 6 Bulubulu Pangkep. Sebelumnya, jadi guru mata pelajaran matematika di SMPN 3 Satu Atap Balocci, Pangkep. (*)



Baca juga