Workshop Bunda Baca, Bunda Literasi, Duta Baca dan Pegiat Literasi Sulsel digelar Perpustakaan Nasional dan Dinas Perpustakaan Sulsel, Senin 29/8 di Aryaduta Hotel, menghadirkan narasumber Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma.
Menurut BAK, Bunda Baca Maros memiliki peran sesuai dengan fungsinya sebagai figur ibu yang terus menerus mendorongf terciptanya kawasan literasi yang memassal."Menggerakkan budaya literasi haruslah menjadi budaya sekaligus proses dan produktif," katanya. Maksudnya, selain mendorong agar setiap keluarga menjadikan membaca sebagai kegiatan yang melibatkan fisik dan pikir, dengan membaca juga sekaligus menciptakan produksi yaitu terbangunnya kegiatan menulis yang bisa saja menjadi sebuah industri baru bagi masyarakat Kab. Maros.Ratusan peserta baik yang berada di Hotel Aryaduta maupun melalui zoom, melemparkan puluhan pertanyaan kepada BAK, untuk mengetahui bagaimana proses pembudayaan kegemaran membaca melalui Bunda Baca Maros, Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir.Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Ibu dan Anak Sulsel, Hj. Andi Mirnah, S.H, sepakat menjadikan contoh pemberdayaan ibu dan anak melalui hadirnya Perpustakaan Ibu dan Anak Kabupaten Maros. "Saya setuju agar perpustakaan Ibu dan Anak Kab. Maros bisa menjadi inovasi," kata Andi Mirnah kepada BAK. (*)
Baca juga