Direktur PPs-STIE AMKOP Makassar, Prof Dr. H Mattalatta, SE, M.Si

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Kegiatan akademik pembelajaran Program Studi S3 Ilmu Manajemen PPs-STIE AMKOP Makassar kini sedang berproses untuk tiga angkatan. Mulai angkatan pertama tahun 2020 sampai angkatan ketiga 2022. 

Ditargetkan akhir tahun 2023 mahasiswa calon doktor manajemen ini dari angkatan pertama, akan merampungkan studi dan tercatat sebagai alumni pertama doktor ilmu manajemen.

Demikian ditegaskan Direktur PPs-STIE AMKOP Makassar, Prof Dr. H Mattalatta, SE, M.Si kepada media di ruang kerjanya, Jumat 12 Agustus 2022.

Dijelaskan, saat ini total mahasiswa calon doktor manajemen untuk tiga angkatan sebanyak 82 orang. Terdiri atas mahasiswa angkatan pertama, berjumlah 17 orang, angkatan kedua (35 orang), dan angkatan ketika (17 orang).

Calon doktor manajemen pertama ini diprediksikan 9 orang sesuai kekuatan sumber daya dosen ada tiga Guru Besar yakni, Ketua Prodi S3 Ilmu Manajemen, Prof Dr Prof Dr Ansar, SE, M.Si, Prof Dr Mattalatta SE M.Si dan Prof Dr. Sabhan Edhar, SE, M.Si, ditambah delapan dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala.

"Prosesi penyelesaian studi untuk jenjang S3 ini dimulai dari prelium, gagasan awal dalam bentuk proposal expo, ujian proposal, proses penelitian dan pembimbingan, ujian hasil ujian tutup, judisium dan wisuda," katanya. 

Para mahasiswa dengan tiga angkatan tersebut ada sekitar 10 persen berasal dari alumni S2 Manajemen PPs-STIE AMKOP, sisanya dari kalangan birokrat, dosen, wiraswasta dan profesi lainya dengan daerah asal Kota Makasssar, Gowa, Majene, Kendari, Buton dan Ternate.

Promosi dan sosialisasi program pasca sarjana secara rutin dan kontinyu dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah kabupaten dan kota di antaranya Soppeng, Majene, Mamuju, Kaltim, Kendari, Maluku, Ternate, Jayapura dan Papua.

Baca: Untuk Mahasiswa, Peluang Magang di BUMN dan Dapat Uang Saku, Ini Info Lengkapnya

Kerjasama pemerintah daerah dengan harapan, aparat pemerintah di daerah tersebut pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melanjutkan jenjang pendidikan magister dan doktor manajemen. 

"Kemudian ketika ada program pendampingan penelitian dan kajian akademik di kantor pemerintah tersebut, pihak kampus dapat menjadi mitra kerja," jelasnya.


Baca juga