Peluncuran Pendidikan Ustadz Pesantren Muhammadiyah (PUPM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar, Rabu, 10 Agustus 2022.
LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR – Tekad Muhammadiyah membenahi pesantren bukan isapan jempol semata. Langkahnya sistematis dan bersifat jangka panjang.
Bermula dari Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015, yang memutuskan pembentukan Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M). Saat baru didirikan, jumlah pesantren Muhammadiyah hanya 127 buah, yang tersebar di 15 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM).“Alhamdulillah, hari ini pesantren Muhammadiyah telah berjumlah 426 buah. Sekarang tinggal 7 PWM yang belum punya pesantren,” ungkap Dr Masykuri, Ketua LP2M PP Muhammadiyah.Hal itu disampaikan Masykuri saat menyampaikan sambutan dalam acara Peluncuran Pendidikan Ustadz Pesantren Muhammadiyah (PUPM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar, Rabu, 10 Agustus 2022.Ia melanjutkan, hadirnya PUPM merupakan respon terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi pesantren Muhammadiyah. “Masih adanya tata kelola pesantren yang belum baik, lulusan yang dilahirkan belum sesuai ideologi. Ke depan lulusan pesantren Muhammadiyah, harus memiliki daya saing, seperti penguasaan Bahasa Arab dan Inggris. Itulah antara lain Azbabun Nuzul PUPM ini,” ungkap Ketua LP2M PP Muhammadiyah ini.PP Muhammadiyah telah meluncurkan PUPM sejak November 2021. “Alhamdulillah, saya bersyukur Unismuh menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah pertama di Indonesia yang meluncurkan program ini,” tambah Masykuri.Tujuan PUPMNakhoda LP2M PP Muhammadiyah ini menguraikan tiga tujuan PUPM. Pertama, katanya, PUPM bertujuan menyiapkan ustadz dengan basis ideologi Kemuhammadiyahan yang kuat. “PUPM juga bertujuan melahirkan ustadz yang memiliki kompetensi kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi pedagogik,” jelas Masykuri.Hal yang tak kalah penting, katanya, PUPM bertujuan menghasilkan ustadz yang memiliki komitmen dan tanggung jawab memajukan pesantren Muhammadiyah.
Baca juga