Presiden Ukraina ZVolodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump.
LITERASI-ONLINE.COM - Hubungan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memanas.Pemicunya, kritik Zelensky kepada Donald Trump karena AS membeli jutaan ton diesel dari Rusia. Seperti diberitakan BBC, Minggu (11/10/2026) waktu setempat, Zelensky menilai, kebijakan pemerintah AS membeli bahan bakar dari Rusia tidak tepat.Sebab, hal itu sama saja AS memberi Rusia modal besar untuk terus memerangi Ukraina. Menurut Zelensky, kebijakan itu merupakan hadiah dari AS untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.Kritik Presiden Ukraina itu langsung dibalas Donald Trump dengan tensi tinggi. Donald Trump dalam balasannya justru meminta Zelensky mundur sebagai presiden.Donald Trump mendapat tekanan dalam negeri karena terbatasnya ketersediaan bahan bakar.Warga AS sudah lama mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar, termasuk diesel.Situasi ini "memaksa" Donald Trump mendatangkan pasokan energi dari Rusia. Pasokan bahan bakar global, termasuk diesel, sangat terbatas karena perang lawan Iran yang justru dipicu oleh Donald Trump.Militer Iran yang mengendalikan Selat Hormuz membuat pasokan energi global sangat terbatas.
Baca juga