Pameran/Expo Pengabdian Masyarakat Unhas (PPMU) digelar di Aula Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Selasa (1/9/2026).

"Pengembangan produk lokal seharusnya tidak berhenti pada pemanfaatan bahan baku. Perlu pendampingan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sehingga potensi daerah dapat berkembang menuju sektor usaha dan industri yang berkelanjutan, dan membuka ruang pengembangan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," kata Prof. Arsyad.

Keberlanjutan usaha masyarakat diharapkan memberikan dampak berantai terhadap peningkatan pendapatan, perbaikan lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Aktivitas ekonomi yang tumbuh dari penguatan usaha masyarakat juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Kontribusi Unhas di Selayar turut diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. 

Peran tersebut dilakukan melalui pelatihan, penyuluhan, edukasi politik dan hukum, serta kegiatan peningkatan kapasitas lain yang melibatkan berbagai fakultas, termasuk Sekolah Vokasi Unhas yang berbasis di Selayar.

"Unhas merencanakan sejumlah desa potensial untuk dikembangkan sebagai Desa Binaan melalui skema multiyears. Pendekatan ini kami harapkan memungkinkan dampak pendampingan dapat diukur secara lebih jelas dari waktu ke waktu," kata Prof. Arsyad.

Kegiatan Pameran/Expo Pengabdian Masyarakat Unhas di Selayar merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 Unhas. Sebelumnya, pada Senin (31/8), Unhas juga melakukan kegiatan serupa, dengan menghadirkan 50 program Pengabdian di Kabupaten Bulukumba.

Berbagai program tersebut mencakup sektor pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia. Pameran menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil riset, teknologi, dan kepakaran Unhas yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan potensi daerah. (*/asy/mir)



Baca juga