SPBU Pertamina

Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau

Pertamax: Rp 16.650, Pertamax Turbo: Rp 20.450, Dexlite: Rp 24.750, Pertamina Dex: Rp 26.300 

FTZ Sabang 

Pertamax: Rp 14.950, Dexlite: Rp  22.150 

FTZ Batam 

Pertamax: Rp 15.150, Pertamax Turbo: Rp 18.550, Dexlite: Rp 22.500, Pertamina Dex: Rp 23.950 

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur

Pertalite: Rp10.000 per liter, Pertamax: Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter, Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter, Dexlite: Rp23.700 per liter, Pertamina Dex: Rp25.200 per liter, Biosolar subsidi: Rp6.800 per liter.

Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur 

Pertamax: Rp 15.950, Pertamax Turbo: Rp 19.600, Dexlite: Rp 23.700, Pertamina Dex: Rp 25.200.

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur 

Pertamax: Rp 16.300, Pertamax Turbo: Rp 20.000, Dexlite: Rp 24.200, Pertamina Dex: Rp 25.750 

Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara

Pertamax: Rp 16.650, Pertamax Turbo: Rp 20.450, Dexlite: Rp 24.750, Pertamina Dex: Rp 26.300 

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat 

Pertamax: Rp 16.300, Pertamax Turbo: Rp 20.000, Dexlite: Rp 24.200, Pertamina Dex: Rp 25.750 

Maluku dan Maluku Utara 

Pertamax: Rp 16.300, Dexlite: Rp 24.200 

Papua 

Pertamax: Rp 16.300, Pertamax Turbo: Rp 20.000, Dexlite: Rp 24.200.

Papua Barat dan Papua Barat Daya 

Pertamax: Rp 16.300, Dexlite: Rp 24.200, Pertamina Dex: Rp 25.750.

Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan 

Pertamax: Rp 16.300, Dexlite: Rp 24.200 

Harga BBM Pertamina dapat berbeda di setiap daerah. 

Perbedaan itu dipengaruhi oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah serta ketentuan distribusi di setiap wilayah. 

Penjelasan Pertamina

Menurut Pertamina, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.

Antara lain perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, aspek fiskal dan pajak, serta kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat. (*)


Baca juga