BPH: Tiga Fondasi PerencanaanKetua BPH Unismuh Makassar Prof Dr Gagaring Pagalung, M.Si., Ak., CA. menegaskan Raker harus melampaui kegiatan administratif yang berulang dari tahun ke tahun.“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin,” tegas Gagaring.Ia kemudian menggariskan tiga fondasi utama yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan program Unismuh.Pertama, penguatan tata kelola dan akuntabilitas finansial. Menurutnya, pertumbuhan kelembagaan Unismuh harus diikuti dengan efisiensi anggaran, peningkatan akuntabilitas, serta tata kelola keuangan yang semakin baik.Kedua, transformasi mutu dan internasionalisasi akademik. Perubahan standar pendidikan tinggi menuntut Unismuh untuk lebih berani memperluas jejaring riset internasional, memperkuat kualitas sumber daya dosen, serta menjaga mutu akreditasi institusi dan program studi.Ketiga, penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Gagaring mengingatkan bahwa kemajuan akademik harus tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Unismuh diharapkan tetap menjadi bagian dari kekuatan peradaban Islam yang mencerahkan dengan menghasilkan lulusan yang bukan hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter kepemimpinan.BPH, kata dia, berkomitmen mendukung dan mendampingi pimpinan serta seluruh unit kerja dalam merealisasikan target strategis universitas.Ia berharap Raker menghasilkan program-program yang adaptif, terukur, dan realistis untuk menjawab tantangan masa depan.
PWM Ingatkan Amanah KepemimpinanAmanat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan disampaikan Wakil Ketua PWM Sulsel Dr Ir H Muhammad Syaiful Saleh, M.Si.Di tengah pembicaraan mengenai transformasi, peningkatan mutu dan reputasi global, Syaiful mengingatkan peserta Raker pada dimensi mendasar dalam mengelola perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni amanah kepemimpinan.Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan semata posisi struktural, tetapi mengandung tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.Dalam amanatnya, Syaiful menyinggung kecenderungan manusia merasa cukup dengan kemampuan atau posisi yang dimilikinya. Karena itu, setiap amanah kepemimpinan harus tetap dijalankan dengan kesadaran bahwa seluruh tanggung jawab berada dalam pengawasan Allah.Pesan tersebut menempatkan transformasi Unismuh bukan hanya sebagai persoalan program, anggaran, akreditasi, dan pemeringkatan. Transformasi juga menuntut integritas orang-orang yang menjalankannya serta kesungguhan pimpinan mempertanggungjawabkan amanah masing-masing.
Dari Usulan Jadi Program PrioritasSetelah pembukaan, Raker dilanjutkan dengan pembahasan substansi program. Sebanyak 2.263 usulan yang dibawa dari berbagai unit akan ditelaah dan dipertajam melalui lima komisi untuk menentukan prioritas yang paling relevan dengan kebutuhan serta target universitas.Forum Raker dengan demikian tidak diarahkan sekadar menghasilkan dokumen program tahunan. Perencanaan, sumber daya, mutu akademik, kemahasiswaan, Al-Islam Kemuhammadiyahan, digitalisasi, penjaminan mutu, dan daya saing akan dipertemukan dalam satu arah pengembangan institusi.Dari 2.263 usulan program, Unismuh menargetkan lahirnya program-program prioritas yang terukur, memberi dampak, dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dan memperkuat langkah universitas menuju teaching university bereputasi global. (*)