Penampakan pusat perbelanjaan Aeon Mall di Kota Khasima, Jepang, yang atap dan bagian dalam bangunannya ambruk karena gempa, Selasa (29/7/2026). (foto: Reuters-Yonhap).

LITERASI-ONLINE.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026).

Hingga Rabu (29/7) waktu setempat, jumlah korban tewas dilaporkan sebanyak 18 orang. 

Jumlah korban jiwa dan terluka kemungkinan masih bertambah, sebab terdata puluhan orang belum ditemukan.

Gempa dahsyat ini meruntuhkan beberapa bangunan, termasuk pusat perbelanjaan dan rumah-rumah warga. 

Hingga Kamis (30/7), tim penyelamat terus berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Pemerintah Prefektur Kumamoto melaporkan, selain korban jiwa 18 orang, sedikitnya 62 orang terluka. 

Otoritas setempat memperkirakan jumlah korban masih dapat bertambah, seiring berjalannya operasi pencarian dan penyelamatan.

Cuaca panas di wilayah terdampak gempa menjadi tantangan bagi tim penyelamat (tim SAR) dan korban yang sedang menunggu bantuan.

Aeon Mall Ambruk

Salah satu bangunan yang ambruk adalah Aeon Mall di Kota Kashima. Saat gempa terjadi, pusat perbelanjaan itu sedang padat pengunjung.

Menurut pemberitaan Associated Press (AP), manajemen Aeon Mall mengklaim sekitar 3.000 pengunjung berhasil dievakuasi ke area parkir.

Lantai dua pusat perbelanjaan itu ambruk dan menjebak sejumlah orang di dalamnya. 

Tejadi ledakan di dalam pusat perbelanjaan itu beberapa saat setelah guncangan gempa.

Manajemen Aeon Mall, Akio Yoshida, dalam konferensi pers di Kumamoto menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada keluarga korban.

Rekaman media Jepang menunjukkan sebagian atap bangunan pusat perbelanjaan itu runtuh.

Selain di Aeon Mall, korban tewas juga ditemukan dari kawasan industri di Yatsushino. 


Baca juga