Mitchell Lee Baker, striker timnas Indonesia, merayakan gol ke gawang Kamboja di Piala AFF 2026.

LITERASI-ONLINE.COM - Striker baru timnas Indonesia, Mitchell Lee Baker, tampil apik dalam debutnya bersama tim Garuda.

Pemain jangkung ini mencetak hattrick atau 3 gol ke gawang Kamboja pada laga fase Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026) malam WIB.

Pada laga ini, Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1. 

Baker tampil starter sebagai penyerang utama, mengisi posisi yang biasanya ditempati Ole Romeny. 

Pelatih timnas Indonesia, John Herdman, tidak memanggil Ole Romeny untuk Piala AFF 2026.

Herdman juga tidak memanggil beberapa pemain top lainnya, seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Emil Audero.

Meski baru pertama kali bergabung bersama tim Garuda, Baker langsung nyetel dengan rekan setimnya.

Pemain berusia 19 tahun ini juga langsung menyita perhatian publik sepakbola Indonesia.

Selain tampil sensasional dengan tiga golnya, kemampuan olah bolanya juga mendapat pujian pendukung timnas Indonesia. 

Baker mencetak gol cepat di menit ke-6, lalu gol berikutnya di menit ke-15, dan ke-55.

Pemain naturalisasi ini baru resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), beberapa pekan lalu.

Ia menjalani prosesi pengambilan sumpah kewarganegaraan di Kementerian Hukum RI di Jakarta, pada 13 Juli 2026.

Setelah menyelesaikan proses naturalisasi, Baker langsung bergabung dengan pemusatan latihan (TC)  Timnas Indonesia di Bali sebagai persiapan menghadapi Piala AFF 2026.

Baker kemudian terpilih dalam daftar 26 pemain yang dibawa Herdman ke Piala AFF 2026. 

Kepercayaan yang diberikan pelatih John Herdman dibayar Baker dengan penampilan gemilang.

Dua gol Baker lewat sundulan memanfaatkan umpan Thom Haye.

Satu gol lainnya memanfaatkan umpan mendatar Eliano.

Lahir di Australia

Mitchell Lee Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006.

Baker memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya, Maureen Lee Baker.

Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta pada 19 Januari 1937.

Sedangkan neneknya, Li Nio The Lie, lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 27 Mei 1940.

Garis keturunan itu menjadi dasar proses naturalisasi Baker hingga bisa membela Timnas Indonesia.

Dengan tinggi badan mencapai 196 sentimeter, Baker sangat berbahaya di kotak penalti dalam duel udara.

Ia dapat menjadi target dalam situasi bola mati, baik tendangan bebas maupun sepak pojok.   

Kemampuannya dalam duel udara  terlihat jelas pada laga melawan Kamboja. 

Dua dari tiga gol Baker lahir melalui sundulan keras dan terarah, sehingga sulit diantisipasi kiper.


Baca juga