Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva
LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah Brasil menolak rencana kunjungan dua pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS).Penyebabnya, kunjungan pejabat AS itu diduga membawa misi terselubung Presiden Donald Trump untuk mencampuri urusan dalam negeri Brasil.Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, khawatir Presiden AS, Donald Trump, sedang berupaya memengaruhi Pemilu Presiden Brasil pada Oktober 2026. Pemerintah Brasil menduga rencana kunjungan dua pejabat AS itu merupakan bagian dari upaya melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem pemungutan suara elektronik yang diterapkan Brasil. Pemerintah AS membantah tuduhan dan dugaan adanya misi terselubung dari rencana kunjungan itu.Menurut pemerintah AS, kunjungan itu sifatnya rutin.The Wall Street Journal, Senin (27/7/2026), memberitakan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)Brasil menyatakan menolak visa bagi dua pejabat AS.Keduanya adalah Riley M Barnes (asisten menteri luar negeri AS dari Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Perburuhan), serta Samuel Samson (deputi asisten menteri luar negeri AS). Kemenlu Brasil menjelaskan, kedua pejabat itu dijadwalkan berkunjung ke Brasil untuk membahas integritas pemilu, kebebasan beragama, dan kebebasan berekspresi. Tapi, pemerintah Brasil khawatir kunjungan itu menjadi ajang "kampanye" untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem pemungutan suara elektronik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) Brasil. Pemerintah Brasil meyakini rencana kunjungan pejabat AS itu merupakan bagian dari upaya terkoordinasi keluarga mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang kini dipenjara karena merencanakan kudeta.Salah seorang putra Jair Bolsonaro yakni Eduardo Bolsonaro kini menetap di AS.Sedangkan putranya yang lain, Flavio Bolsonaro akan maju dalam Pilpres Brasil 2026.Flavio akan menantang presiden petahana, Luiz Inacio Lula da Silva atau akrab disapa Lula.
Baca juga