LITERASI-ONLINE.COM, TAKALAR - Panitia Musyawarah Besar (Mubes) Persatuan Masyarakat Takalar (Permata) melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M di kediaman pribadinya pada Selasa, 16 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal silaturahmi sekaligus penyampaian rencana pelaksanaan musyawarah besar dan komitmen organisasi untuk mendukung pembangunan daerah.Dalam audiensi itu, Ketua Panitia Mubes Permata, Bakri Liwang, Ph.D menegaskan bahwa musyawarah ini merupakan pintu masuk untuk mengkonsolidasikan potensi masyarakat Takalar.Baik yang berdomisili di Kabupaten Takalar maupun di luar Takalar untuk mewujudkan kemajuan. “Takalar hanya bisa maju jika seluruh elemen masyarakat bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan fokus pada tujuan bersama. Mubes ini kami gelar untuk merapatkan barisan dan menguatkan kembali jati diri masyarakat Takalar,” ujarnya.Selain mempererat persatuan, panitia juga menyampaikan sejumlah masukan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Takalar. Beberapa poin yang dibahas antara lain penguatan pendidikan dan SDM.Misalnya mengusulkan beasiswa serta pelatihan vokasi yang selaras dengan potensi daerah seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata. Pelestarian budaya Takalar dengan menjadikan budaya dan kearifan lokal sebagai penggerak pariwisata dan identitas daerah.Wakil Bupati Takalar mengapresiasi inisiatif panitia Mubes Permata. Ia menyatakan Pemkab Takalar terbuka menerima masukan konstruktif dari masyarakat. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan seperti Persatuan Masyarakat Takalar sangat kami butuhkan untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya.Audiensi ditutup dengan komitmen bersama: menjaga persatuan, mengawal program pembangunan, dan menjadikan Mubes sebagai momentum lahirnya gagasan-gagasan baru demi Takalar yang lebih maju dan sejahtera.Panitia dan Steering Committee yang hadir pada audiensi ini yakni Bakri Daeng Liwang, Andi Suriyakri, Ibrahim Pratama Daeng Situju, Syamsu Salewangang Daeng Gajang, Taufan Mallombasang Daeng Bundu, Dr. Azis Daeng Nojeng, Mardiana Bangsawan Daeng Ke'nang, dan Rosmina Daeng Suri. (*)