LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai yang akan mengakhiri konfrontasi militer yang sudah berlangsung empat bulan.Kesepakatan damai ini sudah dikonfirmasi Presiden AS, Donald Trump, melalui unggahan di akun media sosialnya, Senin (15/6/2026).Otoritas pemerintah Iran juga sudah menyampaikan secara terbuka melalui siaran televisi setempat.Kesepakatan damai yang rencananya ditandatangani pekan ini di Jenewa, Swiss, disambut positif dunia internasional.Tapi, Israel justru kecewa setelah tercapainya kesepakatan damai AS dan Iran.Pihak Israel merasa diabaikan, karena sama sekali tidak dilibatkan dalam proses negosiasi.Sejumlah pihak di Israel menilai kesepakatan damai itu tidak memenuhi tujuan utama perang AS-Israel melawan Iran. Media Israel berbahasa Ibrani, Yediot Aharonot, membuat judul yang menyebut "Kesepakatan Buruk."Sebelumnya, Perdana Menteri (PM)Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa tujuan perang adalah penghancuran ancaman nuklir Iran dan program rudal balistik.Sejumlah pakar Israel juga kecewa tercapainya kesepakatan damai itu.Sebab, sejumlah isu penting bagi keamanan Israel tidak masuk dalam rincian kesepakatan AS dan Iran.Kekecewaan juga disuarakan pihak oposisi di Israel yang selama ini menjadi lawan politik PM Netanyahu.Mantan Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menyebut kesepakatan damai itu sebagai pukulan besar bagi Israel. “Ini adalah bencana dari perspektif Israel,” tulis Avigdor Liberman dalam unggahan di media sosial.Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menegaskan hal ini adalah kegagalan paling mengejutkan dalam kebijakan luar negeri dan keamanan Israel. Sementara itu, pejabat pemerintah Israel memilih berhati-hati mengomentari kesepakatan damai AS dan Iran itu. (*)