Pengurus baru Masjid Syahrul Muhajirin SMAN 10 Makassar menggelar rapat perdana pada Sabtu (13/6/2026) usai Salat Magrib.

LITERASI-ONLINE.COM - Pengurus baru Masjid Syahrul Muhajirin SMAN 10 Makassar menggelar rapat perdana pada Sabtu (13/6/2026) usai Salat Magrib di Masjid Syahrul Muhajirin, Jalan Tamangapa Raya 5, Kota Makassar. 

Rapat dipimpin Ketua Pengurus Masjid, Suharman, S.Pd didampingi Sekretaris H. Abd Rasyid R, SE, MM serta dihadiri jajaran pengurus dan jamaah masjid.

Pada sambutannya, Suharman menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin kepengurusan masjid. 

Ia menegaskan komitmennya menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab serta mengharapkan dukungan seluruh pengurus, jamaah, dan pihak SMAN 10 Makassar.

Menurut Suharman, Masjid Syahrul Muhajirin memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. 

Awalnya, masjid tersebut masih berupa bangunan sederhana sebelum dilakukan renovasi dan pengembangan. 

Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan pada 13 Oktober 2017 oleh Syahrul Yasin Limpo yang saat itu menjabat Gubernur Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan, nama Masjid Syahrul Muhajirin diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Muhadjir Effendy, ketika melakukan kunjungan ke SMAN 10 Makassar yang juga dihadiri Syahrul Yasin Limpo.

“Karena saat itu hadir Pak Muhadjir dan Pak Syahrul Yasin Limpo, maka masjid ini diberi nama Masjid Syahrul Muhajirin,” ujarnya.

Masjid yang berdiri di lingkungan sekolah tersebut memiliki dua lantai dengan ukuran bangunan 18 x 16 meter. 

Hingga saat ini pembangunan dan renovasi masjid telah menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 miliar. 

Renovasi besar dilakukan pada masa kepemimpinan Kepala UPT SMAN 10 Makassar, Dra Hj Husaefah Hasan, M.Si.

Sementara peresmian masjid dilaksanakan pada 22 Oktober 2021 oleh Wakil Ketua MPR RI saat itu, Dr Sjarifuddin Hasan, MM, MBA bersama Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Pada rapat tersebut, sejumlah program prioritas dan usulan pengembangan masjid menjadi pembahasan utama. 

Salah satu yang dinilai mendesak adalah penambahan atap pada beberapa sisi masjid guna memberikan kenyamanan bagi jamaah dan civitas akademika sekolah.

Selain itu, aspek kebersihan tempat wudhu dan toilet menjadi perhatian serius pengurus. 


Baca juga