Bajrakitiyabha Mahidol, putri Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, meninggal karena sakit.

Putri Bha meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Thammasat, Thailand, dengan predikat cum laude.

Putri Bha juga meraih gelar sarjana ilmu politik dari Universitas Sukhothai Thammathirat, Thailand. 

Ia lalu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Cornell, Amerika Serikat (AS).

Hasilnya, ia meraih gelar Magister Hukum dan doktor di bidang hukum. 

Prestasinya di bidang akademik membuatnya jadi inspirasi bagi warga Thailand.

Di bidang pemerintahan, ia pernah menjabat sebagai duta besar untuk Austria.

Ia juga pernah mengabdi di kantor jaksa agung, komando keamanan kerajaan, dan sebagai duta besar kehormatan untuk kantor PBB tentang narkoba dan kejahatan. 

Ia dihormati sebagai sosok bangsawan modern, akademisi dan abdi negara. 

Sebelum jatuh sakit, Bajrakitiyabha aktif berkampanye untuk hak-hak tahanan perempuan. 

Ia menilai, sistem pemasyarakatan, yang dibangun untuk laki-laki, seringkali gagal memenuhi kebutuhan khusus para narapidana perempuan. 

Dalam situasi darurat, Putri Bha juga aktif memimpin upaya penyaluran bantuan bencana.

Menurut banyak analisi, Putri Bha merupakan pewaris takhta yang paling ideal.

Putri Bha adalah salah satu dari tiga anak Raja Thailand yang menyandang gelar kerajaan atau pewaris tahta.

Dua anak Raja Thailand lainnya adalah Putri Sirivannavari dan Pangeran Dipangkorn. 

Dalam usianya yang 47 tahun, Putri Bha tidak pernah menikah. (*)


Baca juga