Bangunan Universitas Notre Dame of Dadiangas di Kota General Santos, Filipina, ambruk karea guncangan gempa Magnitudo 7,8 pada Senin (8/6/2026). (Foto: Manuel de Leon)

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, sudah memerintahkan respons darurat di Pulau Mindanao.

Presiden Filipina memerintahkan lembaga pemerintah menyiapkan bantuan logistik, pusat evakuasi, serta bersiaga untuk kemungkinan operasi penyelamatan.

"Pemerintah pusat sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," kata Presiden Marcos Jr dalam pernyataan resminya.

Gempa yang mengguncang Mindanao hanya berjarak 8 bulan dari gempa dahsyat yang sebelumnya melanda wilayah lepas pantai Pulau Cebu, Filipina.

Ketika itu, tercatat korban tewas 79 orang. 

Badan Seismologi Filipina melaporkan sedikitnya sembilan gempa susulan kuat terjadi di Mindanao pada Senin (8/6/2026) pagi. 

Pemerintah Filipina belum merilis jumlah bangunan, rumah dan fasilitas umum yang rusak karena guncangan gempa ini.  

Namun, rekaman video yang dibagikan Pemerintah Kota General Santos, kota berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa, memperlihatkan bangunan rusak parah.

Salah satunya bangunan yang di dalamnya terdapat restoran cepat saji, runtuh seketika. 

Pasien di salah satu rumah sakit di General Santos juga harus dievakuasi setelah ditemukan retakan pada lantai-lantai bagian atas bangunan. Sementara itu, salah satu gedung di Universitas Notre Dame of Dadiangas  ambruk.

Foto-foto yang dirilis Pemerintah Provinsi Sarangani juga menunjukkan kerusakan cukup parah di sejumlah kawasan. (*)


Baca juga