“Profesi jurnalis kita memiliki panduan yang sakral, yakni PD/PRT, Kode Etik Jurnalistik, hingga Kode Perilaku Wartawan. Mari tunjukkan integritas kita sebagai pemilik sah organisasi ini agar semua proses berjalan elegan,” pesan Anwar Sanusi penuh penekanan.Ketua SMSI Sulsel itu bahkan menukil pesan langit, Surah Al-Maidah ayat 8, sebagai kompas moral bagi para peserta Konferprov PWI Sulsel agar tetap berada di jalur yang benar.“Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu jauh lebih dekat kepada takwa,” kutipnya, memberikan peringatan halus di tengah dinamika kompetisi.Anwar sangat berharap agar demokrasi organisasi tetap dijaga dengan semangat sportivitas tinggi. Ia mendambakan sebuah konferensi yang tidak hanya demokratis dan bermartabat, tetapi juga tidak menyisakan luka hati bagi sesama rekan profesi.Ia kembali mengingatkan bahwa memilih pemimpin bukanlah ajang kontes popularitas semata, melainkan mencari sosok yang benar-benar mampu memikul tanggung jawab besar organisasi ke pundaknya.Kriteria pemimpin ideal menurutnya adalah mereka yang memiliki kejujuran, keberanian mengambil risiko, serta mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan. Seorang nakhoda harus berani mendahulukan kepentingan kolektif di atas ambisi pribadi atau kelompoknya.“Pemimpin yang hebat itu tidak anti-kritik dan senantiasa terbuka pada masukan. Kepemimpinan itu bukan soal jabatan di atas kertas, tapi tentang teladan yang mampu menggerakkan orang lain,” imbuhnya lagi.Saat gerimis mulai mereda di Jalan Maccini Sawah, prosesi pendaftaran pun usai dengan kesederhanaan yang bermakna. Namun, pesan yang tertinggal siang itu sangat jelas: bahwa kontestasi di dunia wartawan harus tetap berpijak pada etika, integritas, dan persaudaraan tanpa batas. (*)