Kanselir Jerman, Friedrich Merz

LITERASI-ONLINE.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meradang.

Pemicunya, pernyataan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang menyebut AS dipermalukan oleh Iran dalam perang yang kini tidak jelas ujungnya. 

Dalam komentarnya, Friedrich Merz menyebut AS memulai perang tanpa perencanaan yang matang.

Ia menilai, AS tidak memiliki rencana cara mengakhiri perang.

Akibatnya, Donald Trump kini bingung bagaimana mengakhiri perang lawan Iran tanpa terlihat kalah. 

Sebagai respons, Donald Trump mengkritik pernyataan Friedrich Merz. 

Donald Trump mengatakan, serangan AS itu perlu dilakukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. 

Komentar Kanselir Jerman itu memperpanjang daftar perseteruan antara pemimpin negara Eropa dengan Donald Trump.

Sebelumnya, Donald Trump sudah bersitegang dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, PM Spanyol, dan Presiden Perancis. 

Perseteruan Donald Trump dengan pemimpin Inggris, Spanyol dan Perancis dipicu keengganan negara-negara NATO mendukung serangan AS-Israel ke Iran.   

“Dia (Kanselir Jerman) tidak tahu apa dia bicarakan," tulis Donald Trump melalui unggahan di media sosial, Selasa (28/4/2026).

Donald Trump juga menyindir kondisi internal Jerman dengan menyebut negara itu sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat kepemimpinan yang tidak tegas.

Komentar Merz

Sebelumnya, Kanselir Jerman, Friedrich Merz, memberikan penilaian yang blak-blakan mengenai perang AS lawan Iran.

Ia menyebut AS sedang dipermalukan oleh taktik negosiasi Iran. 

Friedrich Merz menyoroti kegagalan diplomasi ketika Iran menolak bertemu dengan pejabat AS sebelum blokade pelabuhan dicabut. 

“Masalah dengan konflik seperti ini adalah Anda tidak hanya harus masuk, Anda juga harus keluar lagi," katanya. "Kita telah melihat hal itu dengan sangat menyakitkan di Afghanistan selama 20 tahun. Kita juga melihatnya di Irak,” tambahnya. (*)



Baca juga