Proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. (foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Pihaknya memastikan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati, tanpa menggeser rangkaian kereta. Proses evakuasi dilakukan tanpa henti dengan sistem pergantian personel. Basarnas juga melakukan pencarian menyeluruh di setiap gerbong untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, pemadam kebakaran, tenaga medis, hingga relawan PMI bekerja keras membantu evakuasi. Kronologi KejadianKecelakaan ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak Kereta Litsrik (KRL) dari arah Cikarang ke Bekasi, di pelintasan kereta. Karena adanya insiden itu, KRL tujuan Jakarta–Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak dari belakang rangkaian KRL tujuan Jakarta-Cikarang yang sedang berhenti itu. Menurut beberapa saksi mata, tabrakan itu menimbulkan suara ledakan yang dahsyat. (*)
Baca juga