Pemilihan Dekan FIKK UNM pada Senin, 13 April 2026.

“Mari melangkah bersama demi masa depan yang gemilang. Buang jauh segala perpecahan dan silang pendapat, mari bahu-membahu membawa institusi ini naik kelas,” kata rektor.

Ia meyakini bahwa dalam sebuah kompetisi sehat, tidak ada istilah kekalahan murni, melainkan hanya kesuksesan yang tertunda, sehingga ikatan persaudaraan tidak boleh retak.

“Dalam pandangan saya tidak ada yang kalah, yang ada hanyalah mereka yang menang dan mereka yang keberhasilannya masih tertunda,” tegasnya.

Prof. Farida juga mengingatkan bahwa hakikat seorang pemimpin adalah menjadi pelayan bagi publik, bukan sosok yang haus akan sanjungan semata, melainkan pribadi yang tahan banting terhadap kritik.

“Seorang pemimpin tidak boleh anti-kritik atau sekadar ingin dipuji, sebab tugas utamanya adalah melayani dan mengeksekusi program lembaga secara nyata,” tambahnya.

Dr. Andi Atssam mengungkapkan rasa syukur mendalam atas kepercayaan besar ini, sembari menekankan bahwa posisi dekan adalah beban moral yang harus dipertanggungjawabkan.

“Bagi saya, jabatan ini bukanlah sekadar posisi, melainkan amanah besar yang wajib saya jalankan dengan integritas penuh,” katanya.

Ia berjanji akan menakhodai FIKK UNM tanpa membeda-bedakan kelompok atau faksi, dengan mengutamakan azas keadilan dan inklusivitas demi merangkul semua pihak untuk kemajuan bersama.

Momen ini diharapkan menjadi batu pijakan untuk mempererat sinergi, membawa FIKK UNM melesat menjadi fakultas yang kompetitif, unggul, dan disegani, baik di kancah nasional maupun global. (*)


Baca juga