Unhas Makassar menyelenggarakan kelas perdana Bahasa Arab pada Jum’at (13/3/2026) di Kampus Tamalanrea.
LITERASI-ONLINE.COM - Penguasaan bahasa dan budaya asing berperan penting dalam diplomasi sains di perguruan tinggi. Kompetensi ini memfasilitasi komunikasi ilmiah lintas negara, memperluas jejaring riset, dan meningkatkan kepercayaan antarmitra akademik. Bahasa memungkinkan peneliti mengakses literatur global, mempublikasikan temuan, serta berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional. Sementara itu, pemahaman budaya membantu akademisi membaca norma, etika kolaborasi, dan sensitivitas sosial dalam kerja sama riset. Kombinasi keduanya memperkuat kemampuan perguruan tinggi untuk membangun kolaborasi internasional, menarik pendanaan riset, serta mempromosikan kepentingan nasional melalui pertukaran pengetahuan dan inovasi ilmiah. Dengan demikian, kompetensi linguistik dan kultural menjadi modal strategis bagi universitas dalam menjalankan peran sebagai aktor diplomasi sains di tingkat global.Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi di kancah global melalui inisiasi program pengembangan kapasitas kepemimpinan berbasis literasi internasional. Bertempat di Kampus Tamalanrea, Unhas menyelenggarakan kelas perdana Bahasa Arab pada Jum’at (13/3/2026). Kelas perdana ini diikuti oleh jajaran pimpinan tertinggi, mulai dari Rektor Unhas, Ketua Senat Akademik, para Wakil Rektor, hingga para Dekan di lingkungan universitas. Kehadiran seluruh unsur pimpinan ini mencerminkan kohesi institusional dalam mendukung agenda internasionalisasi yang lebih substantif.Program ini dipandu oleh Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, M.App. Ling., seorang pakar linguistik terapan Unhas. Prof Yusring menguraikan dimensi akademik pada proses pembelajaran.
Baca juga