Pemimpin Partai Buruh Inggris (Workers Party of Britain), George Galloway.

Ia menambahkan, saat ini Garda Revolusi Iran dapat leluasa menyerang target menggunakan rudal balistik terkuat mereka. 

Ia bahkan menyebut ada sekitar 50 rudal balistik yang menghantam Tel Aviv hanya dalam satu malam.

Apalagi militer AS yang jadi "pelindung" Israel mengakui saat ini kehabisan amunisi untuk mencegat rudal Iran.

Selain menyoroti Israel, Galloway juga meragukan keabsahan data resmi jumlah korban tewas dari pihak Amerika Serikat. Ia meyakini Washington berbohong kepada publik, karena hanya mengakui 7 orang kematian tentaranya. 

Mengingat banyaknya pangkalan militer, kedutaan besar, dan aset militer AS di Timur Tengah yang hancur karena serangan Iran, maka Galloway memperkirakan angka kematian sebenarnya jauh melampaui data resmi yang dikeluarkan pemerintah AS.

Jumlah korban tewas itu meliputi tentara maupun warga sipil AS yang bekerja di kedutaan AS yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah.   

"Bagaimana mungkin semua pangkalan CIA, semua kedutaan besar Amerika, semua pangkalan asing Amerika Serikat hancur dengan hanya 7 orang Amerika yang tewas?," katanya. 

"Saya berani bertaruh, jumlah orang Amerika Serikat yang tewas mendekati seribu orang dan fakta ini tidak bisa disembunyikan selamanya," tegasnya. (*)


Baca juga