Austin Tucker Martin,remaja yang berusaha menyusup di kediaman pribadi Presiden AS, Donald Trump.

Menurut juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, penembakan itu  sebagai tindakan cepat dan tegas dari Secret Service. 

"Mereka segera menetralkan orang gila yang bersenjata dengan senapan dan tabung bahan bakar yang menyusup ke kediaman Presiden Donald Trump," katanya.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai motif tindakan Austin Martin. 

FBI mengambil alih penyelidikan kasus ini dan sudah mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian. 

Dalam unggahan di media sosial, Direktur FBI, Kash Patel, berjanji pihaknya akan menggunakan semua sumber daya yang diperlukan untuk penyelidikan kasus ini.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan politik di Amerika Serikat (AS). 

Ini bukan kali pertama ada upaya dari warga AS sendiri mencelakai Donald Trump.

Donald Trump pernah menghadapi beberapa percobaan pembunuhan dari warga sipil.

Termasuk seorang penyerang yang melepaskan tembakan dekat telinganya saat kampanye di Pennsylvania.

Peristiwa lainnya, seorang pria kedapatan membawa senjata semi-otomatis di sebuah lapangan golf di Florida saat Trump berada di lokasi itu. (*)



Baca juga