Kultum sesi pertama melalui zoom dalan rangka Semarak Ramadhan 1447 H yang dilaksanakan BPN KKTP.

Kajian Islam oleh Ustadz Dr. H. Muh. Ridwan Yahya Dg Pata, LC, dengan topik "Meluruskan kekeliruan dalam memahami praktik beragama."

Di kalangan ummat Islam sering kita temui adanya perbedaan dalam tafsir memahami dan memaknai satu persoalan praktik beragama, sehingga  

Ustadz Dr. H. Muh. Ridwan Yahya Dg Pata, LC mengimbau kepada sesama ummat Islam tidak mudah saling mengkafirkan.

"Makanya diperlukan kearifan bersama," demikian disampaikan Ustadz Umry, sapaan akrab Ustadz Dr. H. Muh. Ridwan Yahya Dg Pata, LC yang merupakan Ketua Bidang Dakwah MUI DKI, Sekretaris Dewan Pembina Jaringan Alumni Timur Tengah yang berasal dari Galesong, Takalar.

Suasana semakin menarik saat dibuka sesi tanya jawab yang dipandu oleh Dr. drh. Tri Isyani Tunggadewi, M.Si,.dosen pada IPB University.

Karena menariknya materi dan dibawakan oleh Ustadz Umry dengan lugas yang disertai Ayat Quran dan hadist setiap merespon pertanyaan dari partisipan, sehingga tidak terasa waktu menujukkan jarum jam 09.30 WIB, pertanda acara ini telah berlangsung 2 jam 30 menit.

Acara Kultum Semarak Ramadhan ditutup oleh Sekjen BPN KKTP, A. Muktadir Taiyeb Dg Rurung.

Ia menyampaikan kegiatan sesi pertama diikuti warga Diaspora Takalar, Diaspora KKSS dari Papua, Sulawesi Tengah, Kalimantan, pengurus Pilar Barru, Luwu Raya.

Diikuti pula Guru Besar dari UNM, UI, IPB, Ketua Apdesi Takalar, Dewan Penaset, Dewan Pakar dan pengurus KKTP, serta warga yang mukim di Takalar.

Dg Rurung mengundang kembali untuk hadir mengikuti Kultum Semarak Ramadhan sesi kedua, Ahad depan dengan topik yang tidak kalah menariknya.

Dijelaskan pula bahwa 3 partisipan sesi pertama yang mengajukan pertanyaan mendapatkan doorprize. (*)



Baca juga