Penandatanganan kerja sama integrasi Pigitrip di kawasan Bantimurung, di Lapangan Pallantikang, Kantor Bupati Maros, Senin (9/2/2026).

“Pigitrip menempatkan UMKM sebagai aktor utama dalam ekosistem pariwisata digital,” ujarnya. 

Ia mengharapkan melalui aplikasi dan sistem daring yang dikembangkan, pelaku usaha lokal juga dapat memasarkan produk dan layanan mereka secara langsung kepada wisatawan, tanpa harus bergantung pada rantai distribusi panjang.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Maros, Suwardi S, mengharapkan melalui kolaborasi ini membuka ruang bagi Maros menjadi kabupaten terdepan dalam industri pariwisata digital nasional.

Setelah destinasi wisata Bantimurung, penerapan dan integrasi layanan tiket online melalui Pigitrip juga akan dilakukan pada sejumlah obyek wisata lainnya yang dikelola Pemkab Maros. 

Apresiasi juga disampaikan Bupati Maros HAS Chaidir Syam dengan menyampaikan dukungan penuh atas langkah inovasi digitalisasi di sektor pariwisata Maros tersebut. 

Apalagi, Maros menjadi pilot project penerapan integrasi pariwisata digital oleh Pigitrip, khususnya di Sulsel. 

“Maros kini selangkah lebih maju sebagai kabupaten pelopor digitalisasi pariwisata dan UMKM di Indonesia,” ujarnya.

Kedepan, Pigitrip menargetkan implementasi digitalisasi serupa dapat diperluas ke kabupaten-kabupaten lain setelah model Maros berjalan optimal. (*)



Baca juga