Muktamar XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) resmi dibuka di Balai Sidang Muktamar ke-47 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia juga menuturkan pengalaman pribadinya sebagai alumni IPM, yang menjadi pengingat bahwa kaderisasi adalah jalur panjang pembentukan kepemimpinan, bukan sekadar pergantian posisi. Menurutnya, capaian dan kebanggaan organisasi akan kehilangan makna jika tidak dijaga dengan fondasi iman, amal, takwa, dan tauhid, serta dijalankan dengan kecakapan ilmu dan keahlian.Ajakan BersinergiSelain Haedar, pembukaan muktamar turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan sejumlah poin terkait arah kebijakan pemerintah, terutama yang beririsan dengan penguatan ekonomi rakyat, ketahanan pangan, dan pembangunan sumber daya manusia unggul.Zulkifli menyebut pemerintahan Presiden RI menempatkan ekonomi rakyat sebagai pusat gerakan pembangunan nasional. Ia menilai penguatan pedagang kecil, UMKM, dan pelaku usaha rakyat harus menjadi motor kesejahteraan. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan pangan, karena isu pangan berkaitan langsung dengan kelompok-kelompok masyarakat rentan seperti petani, nelayan, dan pekerja.“Pelajar Muhammadiyah harus menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kesiapan menghadapi tantangan bangsa di masa depan,” ujar Zulkifli Hasan.Ia menambahkan, dukungan Muhammadiyah dinilai penting dalam menyukseskan program-program pemerintah, terutama di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Zulkifli juga menyinggung pentingnya pemenuhan gizi untuk melahirkan generasi unggul, serta menyampaikan program-program pemerintah seperti penguatan ekonomi rakyat, pengembangan koperasi desa, hingga target pembangunan Sekolah Rakyat untuk anak-anak terlantar, fakir miskin, dan kelompok rentan. Di sektor kesehatan dan pendidikan tinggi, ia menyebut rencana pengembangan kampus kedokteran dan rumah sakit baru untuk menambah tenaga dokter Indonesia.Pembukaan muktamar turut dihadiri empat kepala daerah, yakni Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Gowa Husniah Talenrang, Bupati Maros Chaidir Syam, dan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Dukungan lintas unsur ini mempertegas posisi IPM sebagai bagian penting dalam sistem kaderisasi berkelanjutan Muhammadiyah, sekaligus wadah strategis untuk merumuskan arah gerakan pelajar ke depan.Pembukaan Muktamar XXIV IPM dihadiri sekitar 6000 orang, dan disiarkan secara daring melalui TV Muhammadiyah (TVMu) serta kanal YouTube resmi PP IPM. Melalui forum ini, IPM diharapkan melahirkan gagasan serta kepemimpinan baru yang berintegritas, berwawasan luas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa melepaskan akar ideologis dan tradisi keilmuan Persyarikatan. (*)
Baca juga