Sepp Blatter

LITERASI-ONLINE.COM -Seruan boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS) terus menggema.

Termasuk datang dari mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter.

Sepp Blatter menyatakan dukungannya terhadap seruan agar penggemar sepakbola dunia memboikot pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat.

Sepp Blatter menyampaikan pendapatnya itu pada Senin (26/1/2026).

Ia mendukung pendapat pengacara antikorupsi Mark Pieth, yang pernah terlibat dalam upaya reformasi FIFA.

Dalam pernyataannya, Mark Pieth terang-terangan mengimbau penggemar sepakbola tidak datang ke AS.

Mark Pieth menilai, AS bukan tempat yang ramah bagi warga dari negara lain. 

Ia merujuk perlakuan kasar petugas atau agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) AS kepada warga pendatang. 

“Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat,” tulis Sepp Blatter melalui akun media sosial, seperti diberitakan AFP. 

Sebelumnya, Mark Pieth mengkhawatirkan keamanan warga luar yang berkunjung ke AS setelah dua orang ditembak mati agen ICE pada Januari 2026.

Keduanya tewas ditembak dari jarak dekat ketika terjadi razia imigran di Kota Minneapolis, negara bagian Minnesota.

Mark Pieth juga menyoroti kebijakan Presiden AS Donald Trump, termasuk mengirim ribuan agen ICE ke kota-kota besar di AS yang memicu protes warga. 

 “Apa yang kita lihat yakni marjinalisasi lawan politik, penyalahgunaan wewenang oleh layanan imigrasi, dan lain-lain, mendorong para penggemar sepakbola untuk tidak pergi ke sana,” kata Mark Pieth dalam wawancara dengan media Swiss, Tages-Anzeiger, pekan lalu. 

“Untuk para fans, saran saya hindari Amerika Serikat. Anda akan mendapatkan tontonan lebih baik lewat televisi,” katanya.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli di tiga negara sebagai tuan rumah bersama.

Tiga negara itu adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (*)


Baca juga