Alex Pretti yang berprofesi perawat, tampak tergeletak di jalan, setelah jadi korban penembakan petugas imigrasi Amerika Serikat (ICE) di Minneapolis. (REUTERS/Tim Evan)

Bahkan Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, menyebut Alex Pretti “pembunuh bayaran” dalam unggahan di media sosial X.

Kronologi Penembakan 

Dalam rekaman video yang beredar luas, saat itu Alex Pretti sedang merekam aktivitas agen imigrasi yang mengatur lalu lintas di jalan bersalju. 

Ketika itu sedang berlangsung unjuk rasa warga Kota Minneapolis yang menolak kehadiran agen ICE.

Insiden bermula ketika seorang agen ICE terlihat mendorong perempuan demonstran hingga terjatuh di trotoar. 

Alex Pretti maju ke arah kejadian, namun  langsung disemprot zat iritan kimia ke wajahnya. 

Beberapa agen ICE tampak menarik Alex Pretti dan  berusaha menahannya di permukaan jalan yang licin karena salju. 

Salah seorang agen ICE tampak menarik pistol dari celana Alex Pretti. 

Kemudian sejumlah tembakan dilepaskan ke arah Alex Pretti yang sudah tidak berdaya. 

Gubernur Minnesota, Tim Walz, mengecam keras insiden mematikan yang menewaskan warga sipil itu. 

"Penembakan ini sangat mengerikan," kata Tim Walz dalam konferensi pers. 

Ia menegaskan bahwa otoritas negara bagian Minnesota akan mengambil alih penyelidikan kasus ini, bukan pemerintah federal.

“Pemerintah federal tidak dapat dipercaya untuk memimpin penyelidikan ini. Negara bagian akan menanganinya,” katanya. (*)


Baca juga