Eurovision Song Contest 2026

RTVE mengkritik proses pengambilan keputusan yang dianggap tidak memadai dan menciptakan ketidakpercayaan terhadap EBU.

Sebelumnya, penyiar Spanyol, bersama tujuh negara lainnya, sudah mengajukan permohonan agar dilakukan pemungutan suara tertutup mengenai partisipasi Israel dalam Eurovision 2026. 

Tapi, permohonan itu ditolak oleh presidensi EBU. 

Hal ini semakin memperburuk ketidakpercayaan RTVE terhadap EBU.

RTVE bahkan menyatakan bahwa keputusan ini mencerminkan adanya tekanan politik dalam ajang itu.

Pemerintah spanyol melalui Menteri Kebudayaan, Ernest Urtasun mendukung keputusan boikot itu.

Ernest Urtasun menegaskan, keikutsertaan Israel tidak bisa dibenarkan, mengingat pembantaian di Gaza. 

"Budaya seharusnya mendukung perdamaian dan keadilan. Saya bangga pada RTVE yang mengutamakan hak asasi manusia daripada kepentingan ekonomi," katanya.

Sementara itu, penyiar Belanda, Avrotros, juga mengumumkan penarikan diri dari kompetisi 2026, setelah mempertimbangkan berbagai aspek. 

Avrotros menyatakan, kali ini tidak dapat berpartisipasi dalam ajang tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai publik yang dijunjung tinggi oleh organisasi mereka.

Penyiar Slovenia, RTVSLO, menyatakan bahwa partisipasi dalam Eurovision 2026 akan bertentangan dengan nilai-nilai mereka mengenai perdamaian, kesetaraan, dan rasa hormat.

Sementara itu, BBC dari Inggris menyatakan akan tetap menyiarkan Eurovision 2026, mendukung keputusan kolektif EBU. (*)




Baca juga