Ghazala Hashmi (tengah)

Wanita berusia 61 tahun ini mengaku sengaja mencalonkan diri untuk merespons kebijakan-kebijakan pemerintahan Donald Trump yang sering menargetkan komunitas-komunitas terpinggirkan.

Seperti diberitakan The New York Times, Hashmi menegaskan memutuskan mencalonkan diri sebagai pejabat publik karena ingin semua orang merasa diterima di lingkungannya.

Sebelum masuk ke dunia politik, Hashmi bekerja sebagai dosen di perguruan tinggi Virginia. 

Ia mengikuti jejak ayahnya yang dosen di Georgia Southern University di Savannah. 

Sebelum terpilih sebagai wakil gubernur, Hashmi pernah mencalonkan diri sebagai anggota Senat Virginia, bersaing dengan politsi Partai Republik.

Secara mengejutkan, Hashmi berhasil memenangkan kursi itu dan menjadi perempuan Muslim pertama di Senat Negara Bagian Virginia.

Sebagai informasi, Virginia merupakan salah satu dari 17 negara bagian di AS yang wakil gubernur dipilih secara terpisah dari gubernur. (*)


Baca juga