Sementara itu Direktur PUTM, Dr KH. Abbas Baco Miro, mengapresiasi peran para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka menjadi penghafal Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dalam menghafal, bahkan jika orang tua tidak sempat menyelesaikan hafalan 30 juz."Jika kita tidak berhasil menuntaskan hafalan 30 juz, setidaknya jangan gagal untuk kedua kalinya. Artinya, kalau kita tidak mampu menghafal, jangan sampai anak kita juga tidak menghafal. Lebih celaka lagi jika cucu kita juga tidak menghafal, sehingga tidak ada satupun generasi kita yang menjadi penghafal Al-Qur’an," ujarnya.Abbas juga mencontohkan Daurah Tahfizh untuk orang dewasa yang pernah diadakan oleh alumni Al-Birr, dimana peserta berusia 60 tahun tetap mampu menghafal beberapa juz dalam waktu satu bulan.Menghafal Al-Qur’an: Panggilan Iman dan PersyarikatanMenurut Abbas, menghafal Al-Qur’an bukan hanya panggilan agama, tetapi juga bagian dari komitmen Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM). Salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki kader ulama adalah pemahaman terhadap ilmu alat, yaitu dasar-dasar Islam seperti Al-Qur’an, tafsir, hadis, dan fikih.Konsorsium Pesmadina, Sumarni Susilawati, menyampaikan bahwa Daurah Tahfizh dan Tadabbur Al-Qur’an Jilid V diikuti oleh 22 peserta, didampingi langsung oleh para pembina dan pengelola Pesmadina.Ia menekankan bahwa kegiatan ini harus terus berlanjut dan bahkan diperluas. "Daurah Tahfizh ini sangat dirindukan oleh para orang tua dan alumni. Ke depan, kita harap jumlah pesertanya bisa lebih banyak lagi," ujarnya.Selain itu, ia juga mendorong agar para santri tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menghasilkan konten dakwah yang dapat menjadi ajang promosi bagi Pesmadina, PUTM, dan Unismuh Makassar."Saya bangga karena peserta daurah kali ini banyak menghasilkan konten dakwah. Ini harus terus ditingkatkan, baik saat mereka masih di Pesmadina maupun setelah mereka lulus," katanya.Acara penutupan diwarnai dengan prosesi simaan oleh tiga santri putri: Mir'ah Risqillah, Nurul Azizah Maqhrizab, dan Maryam Jamilah Suardi. Selain itu, Syaiqotul Husna Hasan, salah satu peserta daurah, diuji atas keberhasilannya menyelesaikan hafalan 30 Juz dengan predikat Mumtaz. Ujian hafalan ini dipimpin langsung oleh Dr. KH. Abbas Baco MiroKegiatan ditutup dengan penyerahan piagam dan sertifikat kepada para peserta terbaik, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menyelesaikan program ini.Turut hadir dalam acara penutupan, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh, Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Sospol), Dr. Hj. Ihyani Malik, M.Si.Wakil Dekan IV FKIK, dr. Ihsan Jaya, Direktur PUT, Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., serta Wakil Direktur PUT, Dr. Ahmad Nasir. (*)