Pesantren Mahasiswa KH Djamaluddin Amien (Pesmadina) dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Daurah Tahfiz dan Tadabbur Al-Qur’an Jilid V.
KH. Abbas juga mengutip Surah Al-Anbiya ayat 10 yang menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang diberikan kepada Rasulullah dan umatnya.Ia menambahkan, keberkahan dari menghafal Al-Qur’an bisa membuka jalan bagi seseorang untuk meraih kemuliaan, termasuk kesempatan melaksanakan ibadah umrah dan haji.Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Al-Qur'an harus menjadi program unggulan yang terus dipertahankan. Mereka yang telah menghafal 30 juz wajib menjaga dan mengulang hafalan agar tetap melekat dalam ingatan."Daurah tahfiz adalah momentum emas yang tidak akan didapatkan di luar. Jika kebiasaan ini dihentikan, maka itu akan menjadi sebuah aib," ujarnya.Daurah ini juga bertujuan membentuk karakter para peserta. KH. Abbas menekankan bahwa menghafal Al-Qur'an harus menjadi sifat yang melekat dalam kehidupan sehari-hari."Esensi daurah adalah mengubah kebiasaan menjadi sifat. Jika sudah menjadi sifat, bahkan saat tidur pun akan mendapat pahala karena Al-Qur’an sudah mendarah daging," jelasnya.Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an adalah kompetensi dasar bagi seorang mubaligh. Oleh karena itu, pesantren seperti Pesmadina memiliki peran strategis dalam mencetak kader ulama muda Muhammadiyah."Unismuh diuntungkan dengan keberadaan banyak penghafal Al-Qur’an. Mereka ini nantinya akan menjadi imam-imam masjid dan pemimpin umat," tegasnya.Dengan program tahfiz yang berkelanjutan, diharapkan akan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga dalam dakwah dan kepemimpinan Islam. (*)
Baca juga