Daya tarik lain prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia termasuk berbanyak di Indonesia. Kehadiran organisasi IKAPROBSI ini dapat dimanfatkan bagi pengembangan prodi di kampus masing-masing.Salah satu program kerja IKAPROBSI Sulsel dan Sultra adalah melakukan pendampingan akreditasi bagi prodi yang akan melakukan akreditasi dan hal ini dapat dilakukan dengan duduk bersama mengerjakan hal-hal yang penting pada proses akreditasi.IKAPROBSI Wilayah Sulsel dan Sultra akan menggelar seminar akademik sekali sebulan dengan mengundang para dosen dan mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia pada puluhah kampus yang ada di Sulsel dan Sultra.
Didukung 15 Kampus Ketua Panitia Seminar Nasional dan Rakerwil IKAPROBSI Sulsel dan Sultra, Dr Muh Akhir, M.Si melaporkan kalau peserta seminar dilaksanakan secara hybrid sebanyak 120 orang.Para peserta berasal dari 15 perguruan tinggi yang mengelola prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.Diantaranya Unismuh Makassar, UMI, Universitas Bosowa, UIM, UNM, UIN Alauddin, Universitas Pancasakti, Universitas Sawerigading, Universitas Muhammadiyah Bone.Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Cokroaminoto, UKI Toraja, Universitas Puangrimagglatung, dan Institut Turatea Indonesia.Tampil selaku pembicara, Ketua Umum IKAPROBSI, Prof Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd, Ketua IKAPROBSI Wilayah Sulsel dan Sultra, Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, dan Koordinator Prodi S3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNESA Surabaya, Dr. Suhartono, M.Pd.Moderator pada seminar ini adalah Ketua Prodi S2 Bahasa Indonesia Pascasarjana Unismuh Makassar, Prof Dr Munirah, M.PdSeminar Nasional dan Rakerwil ini mengusung tema "Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pengembangan Kurikulum." (*)