Sebanyak 109 calon guru penggerak (CGP) ikut lokakarya 5 program guru penggerak (PGP) angkatan 10 di Kabupaten Bone, Sabtu (21/9/2024).

“Saudara-saudara sudah melewati beberapa tahap sebelum terpilih menjadi calon guru penggerak. Itu menunjukkan, kalian mampu,” kata Harisman.

Kendati demikian, Kabag BBGP Sulsel itu mengingatkan bahwa tidak sedikit pula yang menyampaikan koreksi terhadap keberadaan guru penggerak.

“Salah satunya mereka mempertanyakan kemampuan guru penggerak menjadi kepala sekolah,” kata Harisman mencontohkan kritikan terhadap keberadaan guru penggerak.

Berdasarkan hasil evaluasi dan masukan dari berbagai pihak, Harisman mengatakan, pesan pentingnya adalah jaga marwah calon guru penggerak dan guru penggerak.

Kepada Pengajar Peraktik yang mendampingi CGP, Harisman berpesan, jika ada CGP yang over jangan paksakan mereka lulus.

Setelah menerima sejumlah masukan dari Kabag BBGP Sulawesi Selatan, peserta lokakarya memasuki kelas masing-masing bersama pengajar praktik.

Untuk mencairkan suasana dan membuat peserta lebih rileks mengawali kegiatan, pengajar praktik memandu melakukan ice breaking. Kemudian bagi kelompok diskusi.

Setelah itu, peserta berbagi cerita hasil aksi nyata di sekolah. Saling memberi umpan balik, dan membuat bahan presentasi diskusi kelompok. (*)



Baca juga