UT hadir sebagai alternatif bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan melanjutkan studi di perguruan tinggi konvensional.Kedua, semakin banyak pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasinya melalui pendidikan tinggi namun terkendala waktu dan jarak, mendorong UT menyediakan pendidikan jarak jauh yang fleksibel. Dengan metode ini, pekerja dapat menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka.Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berkualitas menjadi syarat utama dalam pembangunan negara. "Pendidikan lanjutan di perguruan tinggi dianggap sebagai kunci dalam meningkatkan kemampuan SDM di Indonesia, sehingga UT hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan ini," ujar Prof Rahman Rahim.Di hadapan ratusan mahasiswa baru UT, Prof Rahman Rahim juga berpesan jika ingin meraih sukses dengan mengamalkan falsafah Bugis, yakni "Resopa Temmangingi Namalomo Naletei Pamase Dewata" mengandung makna yang mendalam tentang etos kerja dan kepercayaan kepada Tuhan.Ia menjelaskan Resopa Temmangingi: Resopa berarti kerja keras, temmangingi berarti tidak mengenal lelah. Hal ini mengajarkan bahwa manusia harus bekerja keras tanpa kenal lelah untuk mencapai tujuan hidup.Kemudian, Namalomo berarti akan mendatangkan hasil atau kejayaan. Ini menunjukkan bahwa kerja keras tidak akan sia-sia dan akan menghasilkan sesuatu yang baik.Serta Naletei Pamase Dewata. Artinya, hasil dari kerja keras dan ketekunan akan mendapatkan berkah dari Tuhan.Secara keseluruhan, falsafah ini bermakna: "Hanya dengan kerja keras tanpa kenal lelah, manusia akan mencapai keberhasilan," tutup Prof Rahman Rahim. (*)