"Memperbanyak berbuat kebajikan karena sebaik-baik manusia adalah yang banyak berbuat baik kepada sesama," tambahnya.Sementara itu, Wakil Dekan IV FKIK Unismuh, dr Ihsan Jaya dalam sambutannya mengatakan acara penamatan adalah salah satu fase pembinaan AIK khususnya di FKIK."Pembinaan AIK di FKIK diumpamakan celupan. Filosofinya seperti gula dalam minuman manis dimana gula disini telah mewarnai semuanya," katanya.Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi umat Islam semakin besar di era modern ini, maka umat harus dibekali dengan pemahaman agama yang kuat.Sementara itu, Ketua Aslama PTMA, Dr Wawan Kusnawan menyampaikan ucapan selamat kepada Mahasantri Pesmadina yang telah diwisuda. "Atas nama Pengurus Aslama PTMA merasa bersyukur bahwa dari 163 PTMA terdapat 56 PTMA yang sudah memiliki asrama PTMA," ujarnya. "Para Mahasantri yang ada di seluruh PTMA merupakan garda terdepan dalam melaksanakan pengaderan di Muhammadiyah. Jadilah Mahasantri yang berilmu dan amaliyah dan mari kita kembangkan yang kita sudah pelajari dan jadilah ulama yang intelek, bukan hanya intelek yang tahu agama," ujar WawanKetua Konsorsium Pesmadina Unismuh Sitti Chaerani Djaya, dalam sambutannya mengutip pesan almarhum Ambo Enre bahwa Mahasantri yang dibina mengibaratkan telur yang dierami induknya. "Telur yang dierami tidak semua bisa menetas jadi ayam. Sama halnya membina Mahasantri dengan beragam karakter dan latar belakang yang berbeda hasilnya juga pasti ada yang berbeda, namun karena ini amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan, maka mohon dimaklumi dengan segala kekurangan yang ada," ungkapnya."Selama dalam pembinaan tidak ada yang dibeda-bedakan semuanya sama, karena pengelola ingin semuanya bisa berhasil,"ujar Chaerani Djaya.Pada akhir acara diumumkan dua Mahasantri terbaik yakni Fiqria Arrasyidah Hafsa dengan nilai 93, hafalan 10 juz, serta Dian Nuril Sifa Yulandari, nilai 91 dengan hafalan 10 juz, kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian rapor. (*)