Ini menjadi sebuah simbol cerminan kebersamaan umat Islam terutama di negara kita di Indonesia dan menjadi wujud kebersamaan kita untuk menatap masa depan yang lebih baik.Oleh sebab itu, mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat persaudaraan, ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah. Ramadhan menjadi kesempatan bagi kita untuk membersihkan residu-residu manusiawi, keserakahan, kesombongan, dendam, dan lainnya. Ramadhan menjadi madrasah bagi kita untuk berupaya maksimal membentuk diri menjadi pribadi bertakwa, apalagi sebagai insan akademik.Makanya kalau kita menelaah dengan baik Surah Ali Imran ayat 134 yang menjelaskan kepada kita tentang tiga ciri pribadi bertakwa. Pertama, memiliki kepedulian sosial. Artinya orang bertakwa adalah mereka yang mau menafkahkan hartanya, baik dalam keadaan berkecukupan maupun dalam keadaan kesempitan (miskin), sesuai dengan kesanggupannya. Bahkan pesan Rasulullah, “Peliharalah dirimu dari api neraka meskipun dengan menyedekahkan sepotong kurma.” Sehingga dengan buka puasa bersama ini mudah-mudahan menjadi berkah selalu untuk kita semua dalam menjalankan segala aktifitas dalam dunia akademikSemoga puasa kita menjadi wasilah yang mendidik kita untuk menjadi pribadi yang peduli, mampu menahan amarah, dan juga pemaaf terhadap sesama.
Baca: Jadwal Berubah Lagi, Penerimaan CPNS dan PPPK 2024 Dibuka Mei, Ini Penjelasan BKNKetiga karakter ini sangat penting dalam merajut kebersamaan dan persaudaraan, bahkan merajut kerukunan umat dan mempererat persatuan kita semua dalam mengawal dan membangun FIKK UNM menjadi lebih maju.
Akhirnya semoga puasa kita menjadikan diri kita menjadi pribadi yang mencintai kebaikan. Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan, dan buka puasa bersama civitas akademika FIKK UNM ini menjadi bagian penting untuk tetap memperkuat persaudaraan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin. Selamat Berbuka Puasa !!! (*)